Beranda > Biaya > Biaya Tapi Bukan Biaya

Biaya Tapi Bukan Biaya

Untuk menghitung penghasilan neto, wajib pajak harus mengelompokkan tiga penghasilan, yaitu : penghasilan final, bukan objek, dan penghasilan dengan tarif umum. Caranya, kumpulkan dan hitung semua penghasilan. Kemudian, identifikasi apakah penghasilan tersebut merupakan penghasilan final? Jika ya, maka harus disisihkah. Sisanya, identifikasi lagi, apakah ada penghasilan bukan objek? Jika ada maka sisihkan. Nah sisanya merupakan penghasilan yang dikenakan tarif progresif.

Sebelum dikenakan tarif, penghasilan-penghasilan tersebut dikurangi dulu dengan biaya-biaya yang terjadi. Pada dasarnya semua biaya komersial boleh dibiayakan (dikurangkan dari penghasilan bruto), kecuali biaya-biaya berikut :

a. pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti dividen, termasuk dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;

b. biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota;

c. pembentukan atau pemupukan dana cadangan kecuali cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan sewa guna usaha dengan hak opsi, cadangan untuk usaha asuransi, dan cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan, yang ketentuan dan syarat-syaratnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan;

d. premi asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa, yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi, kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi Wajib Pajak yang bersangkutan;

e. penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan, kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan
kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan;

f. jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan;

g. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a dan huruf b, kecuali zakat atas penghasilan yang nyata-nyata dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan atau Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah;

h. Pajak Penghasilan;

i. biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orang yang menjadi tanggungannya;

j. gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham;

k. sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Selain diatas, diatur di Pasal 9 ayat (1) UU PPh 1984, biaya yang berkaitan dengan penghasilan final (PPh Final), atau penghasilan bukan objek, tidak boleh dibiayakan. Logikanya, biaya PPh Final harus berkumpul dengan PPh Final, biaya untuk mendapatkan penghasilan bukan objek harus berkumpul dengan penghasilan bukan objek.

Kategori:Biaya
  1. Nur
    1 Februari 2008 pukul 02:43

    Pagi Pak Raden,saya rada bingung mengenai materi biaya tapi bukan biayaapakah biaya konsumsi (sarapan pagi) untuk karyawan dan asuransi jiwa bagi karyawan bisa dibebankan sebagai biaya perusahaandan apakah biaya PPn dapat juga dikategorikan sebagai biaya?mohon petunjuk ya Pak..TQ sebelumnya Nur

  2. Anonymous
    4 Februari 2008 pukul 09:25

    Pak Raden,Kalo untuk pemberian komisi atau transaksi yang tidak ada bukti pengeluarannya, padahal biaya itu benar-benar untuk perusahaan bisa dibiayakan atau tidak

  3. raden.suparman
    5 Februari 2008 pukul 15:12

    <>penyediaan makanan dan minuman bagi para pegawai perusahaan di tempat kerja<> boleh dibiayakan walaupun tidak mutlak [SE-14/PJ.31/2003]. Tidak mutlak maksudnya, makanan dan minumuan tsb harus disediakan perusahaan untuk seluruh pegawai tapi jika kondisi dilapangan tidak memungkinkan makan di kantor / pabrik, maka tidak menggugurkan syarat “seluruh” pegawai. Tentang asuransi jiwa, jika dibiayakan oleh perusahaan maka pendapatan bagi karyawan [Pasal 9 ayat (1) huruf d UU PPh 1984]. PPN boleh dibiayakan. Jika PPN sudah dibiayakan maka tidak dapat dikreditkan.

  4. raden.suparman
    5 Februari 2008 pukul 15:15

    Pengeluaran yang tidak ada bukti pengeluran kas, seperti yang dikenal “dibawah meja”, tidak dapat dibiayakan secara fiskal. Terima kasih.

  5. Anonymous
    24 Maret 2008 pukul 08:32

    Siang Pak…Saya mau tanya, saya punya CV yang pemegang modal-nya dari 4 orang dengan prosentase sama termasuk saya. Saya di tunjuk sebagai direktur dan yang lainnya sekutu diam. Berdasarkan keputusan bersama karena saya yang melaksanakan dan penjalankan CV ini saya mendapatkan gaji setiap bulan. Apakah biaya yang dikeluarkan CV untuk pembayaran gaji saya setiap bulannya bisa di anggap biaya yang dipotongkan?

  6. raden.suparman
    27 Maret 2008 pukul 09:27

    CV ada dua macam yaitu dengan saham dan tanpa saham. Jika tanpa saham, perlakuannya disamakan dengan firma. Tetapi jika ada sama perlakuannya disamakan dengan perseroan terbatas. Karena itu, pembayaran gaji bapak bisa dibiayakan.

  7. raden.suparman
    27 Maret 2008 pukul 09:32

    Eh, kalau ada sekutu diam dan sekutu aktif berarti seperti firma ya (?) ga ada sahamnya? Kalau begitu jawaban diatas diralat deh. Justru tidak dapat dibiayakan oleh CV dan bukan penghasilan bagi penerimanya.

  8. annawijaya
    2 November 2008 pukul 01:18

    Liabilities InsuranceMau bertanya mengenai Liabilities Insurance yang dibayar perusahaan ,premi atas perusahaan atas asuransi yang tertanggung adalah pihak ke-3( seperti masyarakat sekitar, pihak2 yang berhubungan dengan perusahaan).Oleh Pemeriksa Biaya Liabilities Insurance ini dikoreksi tidak diakuisebagai biaya karena tidak dimasukan dalam SPT 21. Dalam kasus iniapakah benar pembayaran Liabilities Insurance tidak dapat dibiayakan?terimakasih

  9. raden.suparman
    6 November 2008 pukul 09:12

    Saya kira boleh karena itu merupakan kewajiban perusahaan. Memang tidak dimasukkan ke SPT PPh Pasal 21 karena bukan gaji atau upah kan?

  10. Anonymous
    15 November 2008 pukul 09:10

    kalau biaya entertainment dan air mineral (untuk diminum oleh seluruh bagian dari kantor) apakah termasuk biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto atau tidak ?

  11. Anonymous
    10 Februari 2009 pukul 06:35

    saya punya penghasilan satu-satunya hanya dari CV yang saya punya. bagaimana cara menghitung pajak pribadi yang harus saya laporkan ?

  12. dean
    30 September 2009 pukul 10:43

    kalau biaya itu baru 'accrued' sifatnya, lalu pada akhir periode baru dibalik (secara jurnal) dan dibayarkan (secara kas), apakah sudah dikategorikan biaya (untuk yang accrued tadi) ??

    terima kasih sebelum dan sesudahnya.

  13. raden.suparman
    2 Oktober 2009 pukul 17:38

    Entertainment selalu saya koreksi sebagai pengurang penghasilan bruto [biaya]. Biaya entertainment hanya bisa diakui sebagai biaya fiskal jika disertai daftar nominatif di SPT Tahunan.

  14. raden.suparman
    2 Oktober 2009 pukul 17:40

    Bentuk usaha CV ada dua macam, yaitu dengan saham dan tanpa saham. Untuk CV tanpa saham, maka penghasilan orang pribadi dari CV tanpa saham bukan penghasilan. Tapi tetap dilaporkan di SPT OP sebagai penghasilan bukan objek.

  15. raden.suparman
    2 Oktober 2009 pukul 17:41

    kalau sudah dibiayakan, ya jangan dibiayakan kembali atuh

  16. raden.suparman
    2 Oktober 2009 pukul 17:44

    oh maaf, accrued itu kan sudah jadi biaya untuk accrual basis. Justru sebaliknya pada saat dibayar, bukan biaya. Kalau hal seperti ini antara akuntansi dan fiskal, sama saja.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: