Beranda > Biaya > Penyusutan, Amortisasi, dan Alokasi Biaya

Penyusutan, Amortisasi, dan Alokasi Biaya

Pengeluaran untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun tidak dibolehkan untuk dibebankan sekaligus, melainkan dibebankan melalui penyusutan atau amortisasi.

Sesuai dengan kelaziman usaha, pengeluaran yang mempunyai peranan terhadap penghasilan untuk beberapa tahun, pembebanannya dilakukan sesuai dengan jumlah tahun lamanya pengeluaran tersebut berperan terhadap penghasilan. Contoh : pada bulan April 2007 wajib pajak menyewa sebuah kantor untuk jangka waktu lima tahun sebesar Rp.60 juta. Maka biaya sewa tahun 2007 hanya sebesar Rp.60 juta x (9/60) atau sebesar Rp.9 juta saja.

Walaupun demikian, tidak ada larangan jika wajib pajak melakukan amortisasi atas biaya sewa tersebut. Larangan hanya untuk pembebanan sekaligus. Metode untuk penyusutan dan amortisasi untuk keperluan pajak sebagai berikut :
a). Garis Lurus (GL), yaitu dilakukan dalam bagian-bagian yang sama besar selama masa manfaat yang telah ditentukan bagi harta tersebut.

b). Saldo Menurun (SM), yaitu dilakukan dalam bagian-bagian yang menurun selama masa manfaat, yang dihitung dengan cara menerapkan tarif penyusutan atas nilai sisa buku, dan pada akhir masa manfaat nilai sisa buku disusutkan sekaligus, dengan syarat dilakukan secara taat asas.

Berikut tarif yang berlaku untuk penyusutan :
Garis Lurus : [1] kelompok 1 untuk aktiva dengan masa manfaat s.d. 4 tahun, tarifnya 25%; [2] kelompok 2 untuk aktiva dengan masa manfaat 8 tahun, tarifnya 12,5%; [3] kelompok 3 untuk aktiva dengan masa manfaat 16 tahun, tarifnya 6,25%; dan [4] kelompok 4 untuk aktiva dengan masa manfaat 20 tahun, tarifnya 5%.

Saldo Menurun : [1] kelompok 1 untuk aktiva dengan masa manfaat s.d. 4 tahun, tarifnya 50%; [2] kelompok 2 untuk aktiva dengan masa manfaat 8 tahun, tarifnya 25%; [3] kelompok 3 untuk aktiva dengan masa manfaat 16 tahun, tarifnya 12,5%; dan [4] kelompok 4 untuk aktiva dengan masa manfaat 20 tahun, tarifnya 10%.

Jadi tarif penyusutan SM dua kali tarif penyusutan GL. Harap diingat, untuk keperluan pajak, penyusutan dihitung per bulan. Seandainya kita beli aktiva tanggal 30 pun maka pada bulan tersebut sudah boleh disusutkan.

Selain itu, tarif diatas tidak berlaku untuk bangunan. Bangunan hanya boleh dihitung dengan GL dan tarifnya 5%, kecuali jika bukan bangunan permanen maka tarifnya 10% saja.

Jika terjadi pengalihan aktiva atau kejadian luar biasa, seperti kebakaran atau banjir, maka aktiva tersebut disusutkan sekaligus. Artinya, nilai buku yang ada langsung dibiayakan. Sebaliknya, jika dijua maka harga jual merupakan penghasilan, jika mendapat penggantian asuransi kerugian maka penggantian asuransi tersebut merupakan penghasilan.

Kategori:Biaya
  1. budi
    12 Mei 2008 pukul 09:19

    Ga sekalian membahas depresiasi/amortisasi aktiva tak berwujud, Pak šŸ™‚ Btw, kalau depresiasi software merujuk ke depresiasi komputer (kategori 1) atau mengikuti kategori yang lebih dekat dengan masa manfaat menurut akuntansi?

  2. raden.suparman
    13 Mei 2008 pukul 00:50

    Mesin kantor seperti mesin tik, mesin hitung, duplikator, mesin fotokopi, mesin kunting/pembukuan, komputer, printer, scanner dan sejenisnya termasuk kelompok I [<>138/KMK.03/2002<>]

  3. Anonymous
    3 Juli 2008 pukul 09:36

    kalo inventaris kantor berupa handphone (set) termasuk kelompok berapa ya?thx

  4. poento
    21 November 2008 pukul 08:46

    pak..!! tanya donk..penting niy..klo taman safari gimana??binatang nya kita susutkan ga??dasar hukumnya ada g pak..??

  5. 23 Februari 2010 pukul 07:49

    coba disertai contoh perhitungannya…….salam

  6. 14 Maret 2010 pukul 15:08

    mesin cuci? mesin pemhering dan yang ada di dalam sebuah usaha laundry?? masuk golongan berapah?

  7. 17 Juni 2010 pukul 09:01

    pak…bln feb saya memulai usaha,,, saya beli inventaris u/ kantor bln feb 2000.000 termasuk dlm kelompok 1.jd penyusutannya 2000.000 *25%/11=45.454.bener gak pak???trus klu bln maret saya beli inventaris lg,, pembagiannya 11 atau 12 ya pak???mohon jawabannya..thanks

  8. 18 Juni 2010 pukul 01:38

    biar gampang rumusnya :2000.000*25%*(11/12)kalo beli di bulan maret jadi gini:2000.000*25%*(10/12)begitu seterusnya

  9. 29 Oktober 2010 pukul 15:11

    di bulan Oktober 2010 saya membeli total perlengkapan Inventaris Kantor IT sebesar 47 juta dan perlengkapan Inventaris Kantor Non IT sebesar 69 juta…..yang saya mau tanyakan bagaimana cara menghitung penyusutannya pak….terimakasih sebelumnya….

  10. 4 Desember 2010 pukul 14:22

    Pak,Kalo kita beli mobil Rp 350jt pd 2009 dan dimasukkan sebagai gol 1 kemudian di 2010nya kita pindahin ke gol 2, gmn cara koreksi terhadap akumulasinya ya pak?Selanjutnya, kalo kita beli Mobil pada nov 2009 tapi kita lupa memasukkannya sebagai fixed asset dan baru di masukkan pada jan 2010, apakah boleh di 2010nya saya susutkan lgsg mulai dari nov 2009 karena sesuai dengan PSAK kalo Fixed asset di susutkan pada saat barang telah digunakan…mohon penjelasannya…thanks

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: