Beranda > DJP > Kontra Intelijen

Kontra Intelijen

Konon kabarnya, suatu waktu Dit. Inteldik akan melakukan penyidikan terhadap satu Wajib Pajak. Sebelum proses penyidikan, tentu saja dilakukan pemeriksaan Bukti Permulaan. Tetapi sebelum dilakukan pemeriksaan, dikirimlah tim intelijen untuk mencari informasi:
[1] Gambaran dan peta lokasi Wajib Pajak,
[2] Aktivitas bisnis,
[3] Orang-orang yang dianggap “kunci”,
[4] Tempat dokumen disimpan

Pada waktu melakukan kegiatan intelijen, terdapat tanda-tanda bahwa Wajib Pajak tersebut sudah mengetahui bahwa dia akan diperiksa oleh kantor pajak. Dokumen-dokumen Wajib Pajak sudah “diamankan” di suatu tempat yang belum diketahui. Ini artinya, rencana pemeriksaan sudah bocor. Jika pemeriksaan Bukti Permulaan diteruskan, maka ada kekhawatiran dokumen yang penting tidak ditemukan [sekedar tambahan: dokumen sama dengan barang bukti]. Tanpa dokumen [barang bukti], tidak mungkin dilakukan penyidikan.

Rencana pemeriksaan sudah bocor? Ini berarti ada orang-orang yang memberikan informasi (informan) kepada Wajib Pajak tentang rencana pemeriksaan. Siapa mereka? Tidak perlu dicari karena yang pasti orang di sekitar kantor. Karena itu dibuatlah kegiatan kontra intelijen.

Pemeriksaan dibatalkan! Ini adalah issu yang dihembuskan dalam kegiatan kontra intelijen. Issu ini kemudian “diteruskan” kepada Wajib Pajak oleh informan tersebut. Karena sudah ada informasi “valid” tentang pembatalan pemeriksaan, maka Wajib Pajak merasa aman.

Kegiatan intelijen tetap berlanjut. Suatu saat, Wajib Pajak tersebut ternyata “mengembalikan” dokumen-dokumen yang dulu diumpetin! Mungkin karena si Wajib Pajak tersebut sudah yakin bahwa pemeriksaan batal. Informasi ini langsung disampaikan ke pejabat yang berwenang dan langsung dilakukan pemeriksaan Bukti Permulaan!

Kena dech

Kategori:DJP
  1. Joni-Joni-Joni
    20 Agustus 2009 pukul 15:07

    jjiah kyaknya ini suatu strategi dri intelejen pajak…(atau apalah namanaya) klo menurut saya hal2 seperti ini jangan terlalu buka bukaan mas…..sama kyak kasus pengusutan teroris gtu…….

    maap klo dpet kritikan heheheh
    salam hangat
    joni

  2. Anonymous
    4 September 2009 pukul 03:38

    Kalau ada wajib pajak yang baca tulisan ini, dia pasti langsung menyusun rencana untuk meng-counter strategi di atas…

    Aparat pajak…kena dech…

  3. 27 September 2010 pukul 09:21

    menurut saya sih g masalah dibeberkan pa g, yang penting aparat pajak harus satu langkah didepan, harus bisa memprediksi seperti apa strategi wajib pajak yang mbandel…ok bro c u

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: