Beranda > NPWP > Wajib Pajak Non Efektif

Wajib Pajak Non Efektif

Sesama pegawai DJP mungkin tidak asing lagi dengan istilah WPNE. Ya, WPNE adalah singkatan dari Wajib Pajak Non Efektif. Bulan September kemarin, Direktur Jenderal Pajak telah mengeluarkan Surat Edaran No. SE-89/PJ/2009 tentang Wajib Pajak Non Efektif [WPNE]. Berikut ini adalah salinan SE tersebut yang jadi catatan saya :

Wajib Pajak Non Efektif yang selanjutnya disebut dengan WP NE adalah Wajib Pajak yang tidak melakukan pemenuhan kewajiban perpajakannya baik berupa pembayaran maupun penyampaian Surat Pemberitahuan Masa (SPT Masa)dan/atau Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT Tahunan) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, yang nantinya dapat diaktifkan kembali.

Wajib Pajak dinyatakan sebagai WP NE apabila memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:
[a.] selama 3 (tiga) tahun berturut-turut tidak pernah melakukan pemenuhan kewajiban perpajakan baik berupa pembayaran pajak maupun penyampaian SPT Masa dan/atau SPT Tahunan.
Nih WP secara administratif perpajakan telah dinyatakan membandel 😀 Saya kira, WP yang begini percuma saja daftar NPWP. Nyusah-nyusahin ajah.

[b.] tidak diketahui/ditemukan lagi alamatnya.
Biasanya kirt nyari-nyari alamat WP sampai ke tingkat RT. Kalau Pak/Ibu RT sajah sudah tidak kenal, maka anggap saja alamat bodong atau fiktif. Tapi lucunya, ada WP yang tidak ditemukan di alamat terdaftar tetapi setiap bulan dia rajin melaporkan SPT. Dimana gerangan? Nah, kalau pemeriksa jaman dulu biasanya ngintipnya justru di kantor pajak. Pas dia melaporkan SPT, si pengantar SPT ditanya alamat yang benarnya, baru didatangi.

[c.] Wajib Pajak orang pribadi yang telah meninggal dunia tetapi belum diterima pemberitahuan tertulis secara resmi dari ahli warisnya atau belum mengajukan penghapusan NPWP.
Belum ada pemberitahuan tapi kantor pajak sudah tahu bahwa si WP meninggal. Mungkin maksudnya informasi secara lisan.

[d.] secara nyata tidak menunjukkan adanya kegiatan usaha.
Wajib Pajak dalam keadaan bangkrut, atau bisa juga pindah usaha di tempat baru. Dan di tempat lama tidak ada kegiatan.

[e.] bendahara tidak melakukan pembayaran lagi.
Saya kira bendahara yang seperti ini adalah bendahara yang sudah pensiun sebagai bendahara.

[f.] Wajib Pajak badan yang telah bubar tetapi belum ada Akte Pembubarannya atau belum ada penyelesaian likuidasi (bagi badan yang sudah mendapat pengesahan dari instansi yang berwenang).
Pada kenyataannya memang Wajib Pajak tersebut sudah bubar. Tapi belum ada dokumen formalitas berupa Akta Pembubaran. Dokumen ini bisa dibuat oleh Notaris

[g.] Wajib Pajak orang pribadi yang bertempat tinggal atau berada atau bekerja di luar negeri lebih dari 183 dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan.
Saya kira subjek pajaknya sudah berubah dari subjek pajak dalam negeri menjadi subjek pajak luar negeri. Nah ini yang sering saya anjurkan bagi para pekerja Indonesia di Luar Negeri. Mungkin saja waktu di Indonesia, yang bersangkutan sudah memiliki NPWP, tapi karena menurut perpajakan sudah bukan “penduduk” Indonesia lagi, maka sebaiknya para pekerja meminta status WPNE ke kantor pajak. Surat Edaran inilah salah satu dasar permintaan status WPNE.

WP NE dapat berubah status menjadi Wajib Pajak efektif apabila :
a. menyampaikan SPT Masa atau SPT Tahunan;
b. melakukan pembayaran pajak;
c. diketahui adanya kegiatan usaha dari Wajib Pajak;
d. diketahui alamat WP; atau
e. mengajukan permohonan untuk diaktifkan kembali.

Bagi Wajib Pajak yang telah mendapatkan label “NE” tetap tercantum dalam Master File Wajib Pajak dengan ketentuan sebagai berikut:
a. tidak diterbitkan Surat Teguran sekalipun Wajib Pajak tidak menyampaikan SPT Masa atau SPT Tahunan;

b. tidak turut diawasi pembayaran masa/bulanannya dan tidak diterbitkan STP atas
sanksi administrasi karena tidak menyampaikan SPT

Kategori:NPWP
  1. Joni-Joni-Joni
    8 Oktober 2009 pukul 06:40

    thankz infonya (buat bahan hehehe)
    salam hangat
    joni

  2. PARYANTA
    17 Oktober 2009 pukul 17:52

    Sedikit menambahkan….

  3. Anonymous
    16 Desember 2009 pukul 06:43

    Saya sulit membedakan antara penghapusan NPWP dengan peng-NE-an WP…Penghapusan NPWP juga saya bingung…Itu sebenarnya Penghapusan NPWP dilakukan melalui pemeriksaan atau penelitian ya, Pak?

  4. raden.suparman
    16 Desember 2009 pukul 15:28

    Dihapus pengertiannya ditiadakan.Sedangkan NE itu masih ada tapi tidak aktif.Saya kira penghapusan NPWP harus pemeriksaan lapangan. Kalau NE bisa pakai penelitian dan cukup berdasarkan BA.

  5. Anonymous
    14 Januari 2010 pukul 08:55

    Pak Suparman,Kalau untuk Wajib Pajak Luar Negeri, selain paspor, bukti dokumen apalagi yang dibutuhkan untuk mengajukan perubahan WPNE? Apakah Tax Notification dari tax authority local sudah mencukupi?Kalau Pak Suparman sekarang di kantor pajak Bandung ya?Hatur nuhun…

  6. sani
    14 Januari 2010 pukul 10:12

    Ada pertanyaan lagi…Kalau Wajib Pajak Luar Negeri yang memiliki NPWP dan belum menon-efektifkan status Wajib Pajaknya, apakah masih harus menyerahkan SPT?Terima kasih…

  7. merzario
    16 Februari 2010 pukul 04:30

    mo nanya pak… salam kenal… klo WP mengajukan permohonan NE karena nelum ada kegiatan usaha karena belum mendapatkan ijin dari dinas kesehatan bagaimana? bisa dikabulkan atau tidak sesuai se-89/pj/2009 angka 2 huruf d? sementara selama ini wp melaporkan terus kwajiban perpajakannya walaupun nihil. trims

  8. 18 Maret 2010 pukul 10:20

    [e.] bendahara tidak melakukan pembayaran lagi.Saya kira bendahara yang seperti ini adalah bendahara yang sudah pensiun sebagai bendahara. menurut saya, bendahara tersebut adalah bendahara yg tidak ada pencairan dana lagi. seperti diketahui bahwa kebijakan droping dana dapat dihentikan tergantung kebijakan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: