Beranda > DJP, PBB > Pencetakan SPPT

Pencetakan SPPT

Bulan Januari adalah bulan sibuk bagi KPP Pratama untuk mencetak SPPT PBB [surat pemberitahuan pajak terutang pajak bumi dan bangunan]. Saya tidak tahu persis pengadaan formulir SPPT, tetapi tidak setiap KPP melakukan tender untuk membuat formulir SPPT. Setahu saya, KPP Pratama hanya di drop.

Satu lembar SPPT untuk satu objek pajak. Tidak heran jika jumlah objek PBB lebih banyak daripada Wajib Pajak itu sendiri. Untuk satu KPP Pratama, bisa jadi jumlah objek PBB mencapai jutaan.

Dampak dari banyaknya objek PBB adalah kesibukan pencetakan SPPT dan mendistribusikan kepada Wajib Pajak. Untuk pencetakan form SPPT, DJP telah memiliki printer khusus untuk mencetak SPPT dan STTS. Foto diatas adalah salah satu contoh mesin printer untuk mengisi formulir SPPT. Sekaligus terlihat tumpukan SPPT yang belum didistribusikan. Baru ditumpuk-tumpuk. Sebenarnya ada beberapa tumpukan yang tidak terfoto.

Oh ya, sebelum didistribusikan, SPPT yang jumlahnya “bejibun” tersebut tentu harus ditanda tangan dan di stempel kantor. Bisa dibayangkan kelar berapa minggu jika ditandatangan secara manual. Karena itu, banyak juga SPPT yang menggunakan tanda tangan stempel. Sebenarnya, demi keamanan, tanda tangan stempel tidak baik. Tapi gimana?

Satu hal lagi, formulir SPPT yang masih kosong tidak boleh beredar di luar KPP. Dokumen itu hanya boleh ada di kantor pajak. Kalau ada beredar, boleh jadi palsu.

salaam

Kategori:DJP, PBB
  1. 21 Desember 2010 pukul 10:41

    Mas Yth,SPPT itu kan derajatnya pemberitahuan. Jadi kenapa tidak diberikan akses untuk bisa juga di download secara online ? kan membantu KPP juga jadinya.Saya sendiri kalau mau bayar PBB suka jadi kesal, karena mendapatkan SPT nya saja mesti tergantung orang lain. belum lagi kalau kesingsal, dsb.Usul saya, agar selain cara konvensional, tolong juga dibuka akses ntuk downlad SPPT PBB baqgi yang menginginkan. Tks

  2. 23 Maret 2011 pukul 11:40

    Bagi kami yang sadar untuk membayar pajak merasa tersiksa dengan keadaan yang tidak bersimpati dari orang orang yang tidak bertanggung jawab yang mau menjadi pemimpin tapi korupsi dengan adanya BPK semakin banyak Korupsi yang terjadi makanya untuk memberi akses secara onlinepun kita tidak bisa.supaya kita bisa bisa mengikuti perkembangan yang ada kalau bisa berikan akses download SPPT PBB.

    • 23 Maret 2011 pukul 14:28

      waduh, pedasnya.
      seperti orang tua bilang, “lidah tidak bertulang”.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: